Monthly Archives:

  • Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir R Brata, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor.

    Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori.

    2Ini  lah yang dilkakukan oleh Fakultas Teknik Universitas Lampung Melakukan penelitian untuk perawatan dari tanah di lingkungan Fakultas Teknik karena Biopori memiliki segudang manfaat secara ekologi dan lingkungan, yaitu memperluas bidang penyerapan air, sebagai penanganan limbah organik, dan meningkatkan kesehatan tanah. Selain itu, biopori juga bermanfaat secara arsitektur lanskap karena telah digunakan sebagai pelengkap pertamanan di berbagai rumah mewah dan rumah minimalis yang menerapkan konsep rumah hijau. Biopori kini menjadi pelengkap penerapan kebijakan luas minimum ruang terbuka hijau di lingkungan Teknik.

    3Dalam proses pembuatan biopori di lakukan  seperti pembuatan lubang terlebih dahulu dengan alat bor dengan dimensi yang sudah di tentukan serta kedalaman yang di tentukan setelah itu pada lubang dimasukan paralon dengan penutup yang memiliki lubang-lubang untuk sirkulasi air seperti terlihat pada gambar.

    Penelitian Biopori ini telah di lakukan sejak 2011, adalah dua dosen dari fakultas teknik yaitu Dr. Melvi, S.T.,M.T. dari Fakultas Teknik Kimia dan Bapak Ir. Priyo Pratomo, M.T. dari Fakultas Teknik Sipil yang menjadi pembuat ide ini serta dibantu oleh Mahasiswa Fakultas Teknik bimbingan dari dosen tersebut untuk melakukan penelitian bahkan dalam peneletian ini mengikutsertakan mahasiswa baru 2014 untuk andil dalam penelitian ini untuk menjadi media pengalaman untuk mahasiswa. (SA/NHA)

    4

    15 Sep
    15 Sep
  • Dosen Fakultas Teknik Universitas Lampung melakukan penelitian Teknik Pembuatan Pupuk Kompos dengan bahan baku daun kering dan sampah organik lainnya yang berada di lingkungan Fakultas tersebut. Penelitian ini selain mengembangkan teknik-teknik baru dalam pengomposan sampah, bertujuan untuk mengurangi sampah dan polusi udara akibat pembakaran sampah tersebut di lingkungan Fakultas Teknik.  Dengan dimotori oleh dua dosen dari Fakultas Teknik yaitu Ibu Dr. Melvi, S.T.,M.T. dan Ir. Priyo Pratomo, M.T. , hasil dari pengomposan ini tidak terbuang sia-sia namun digunakan kembali sebagai pupuk tanaman yang berada di lingkungan Fakutasnya.

    Perlu diketahui pupuk kompos merupakan salah satu pupuk organik yang dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan organisme hidup. Untuk membuat pupuk kompos diperlukan bahan baku berupa material organik dan organisme pengurai. Organisme pengurainya bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme. Teknologi pengomposan sendiri dikembangkan dari proses penguraian material organik yang terjadi di alam bebas seperti terbentuknya humus di hutan yang merupakan salah satu contoh pengomposan secara alami. Prosesnya berjalan sangat lambat, bisa sampai berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

    Dr. Melvi, S.T.,M.T. dan Ir. Priyo Pratomo, M.T. berharap kegiatan ini juga akan menjadi suatu solusi pembelajaran untuk mahasiswa serta berguna untuk masyarakat di Sektor Pertanian. (SA/NHA).

    08 Sep
    08 Sep

We usually reply with 24 hours except for weekends. All emails are kept confidential and we do not span in any ways.

Thank you for contacting us :)

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty