PILAR EVALUASI 04 EVALUATION PILLAR 04

Water Management (WR)

Water Management (WR)

Sistem konservasi sumber daya air tanah, perlindungan kawasan resapan ekologis, implementasi teknologi hemat air, penyediaan air konsumsi mandiri, dan pengolahan limbah cair terpadu di lingkungan Universitas Lampung.

Groundwater resource conservation systems, protection of ecological absorption zones, implementation of water-efficient technologies, self-sufficient drinking water provision, and integrated wastewater treatment at the University of Lampung.

WR.1

Area Resapan Air Kampus

Campus Water Absorption Area

44,00% Total Area Hijau Kampus Total Campus Green Area
51,00% Rasio Resapan Air Hujan Rainwater Absorption Ratio

Universitas Lampung memiliki kapasitas resapan air yang sangat luas berkat keberadaan area hijau yang mencapai sekitar 44% dari total lahan kampus. Wilayah resapan ini mencakup area hutan seluas 156.183,97 m², taman, dan lahan berumput yang berfungsi vital dalam mengisi kembali cadangan air tanah secara alami. Berdasarkan analisis hidrologi berkala, tata kelola lanskap terbuka ini terbukti efektif dan membuat kawasan kampus mampu menyerap kembali sekitar 51% dari total intensitas air hujan yang jatuh ke tanah.

The University of Lampung possesses an extensive water absorption capacity thanks to green areas covering around 44% of the total campus land. This absorption zone includes forest areas spanning 156,183.97 m², parks, and grasslands that play a vital role in naturally replenishing groundwater reserves. Based on routine hydrological analysis, this open landscape management is proven effective, enabling the campus area to absorb back approximately 51% of the total rainfall hitting the ground.

WR.2

Program Konservasi Air (Embung & PAH)

Water Conservation Program (Retention Ponds & RWH)

5 Embung 5 Ponds Reservoir Pengendali Banjir Flood Control Reservoirs
50 m³ Kapasitas Sistem PAH RWH System Capacity

Unila telah mengimplementasikan program konservasi air yang sistematis melalui revitalisasi dan pembangunan infrastruktur kunci berupa waduk penampung. Saat ini, terdapat 5 embung utama (Embung A di Taman Rusa, Embung B di Rusunawa, Embung C1 & C2 di Fakultas Kedokteran, dan Embung D di Fakultas Teknik) yang berfungsi sebagai pengendali banjir sekaligus cadangan air saat musim kemarau. Selain itu, sistem Penampungan Air Hujan (PAH) di Fakultas Teknik dan FMIPA memiliki kapasitas hingga 50 m³, di mana aliran air dari atap gedung dialirkan ke 13 tangki bawah tanah untuk kebutuhan domestik seperti toilet dan penyiraman tanaman.

Unila has implemented a systematic water conservation program through the revitalization and construction of key storage infrastructure. Currently, there are 5 main retention ponds (Embung A at the Deer Park, Embung B at Rusunawa, Embung C1 & C2 at the Faculty of Medicine, and Embung D at the Faculty of Engineering) which function as flood control as well as water reserves during the dry season. Additionally, the Rainwater Harvesting (RWH) systems at the Faculty of Engineering and FMIPA possess a capacity of up to 50 m³, where water from building roofs is funneled into 13 underground tanks for domestic needs such as toilets and plant watering.

WR.3

Program Daur Ulang Air

Water Recycling Program

48,00% Alokasi Air Daur Ulang Ekologis Ecological Recycled Water Allocation
Non-Potable Non-Potable Peruntukan Penggunaan Kembali Reuse Intended Allocation

Implementasi daur ulang air di Universitas Lampung telah dilakukan secara luas untuk meminimalkan eksploitasi air tanah dan dialokasikan bagi kebutuhan non-potable (air bukan siap minum). Sekitar 48% dari air tanah yang diekstraksi (di luar produksi air minum AquaNila) dialirkan kembali ke ekosistem buatan untuk menunjang budidaya ikan air tawar serta riset ekologi akuatik. Kebijakan ini diperkuat di tingkat fakultas, salah satunya di Fakultas Kedokteran yang mengalirkan kembali sisa air wudhu dan air kondensasi AC untuk penyiraman tanaman lanskap dan operasional dekorasi air mancur gedung.

The implementation of water recycling at the University of Lampung has been widely carried out to minimize groundwater exploitation and is allocated for non-potable needs. Approximately 48% of the extracted groundwater (excluding AquaNila drinking water production) is channeled back into artificial ecosystems to support freshwater fish cultivation and aquatic ecology research. This policy is reinforced at the faculty level, such as at the Faculty of Medicine, which redirects graywater from ablution (wudhu) and AC condensation to water landscape plants and operate building water fountains.

WR.4

Penggunaan Alat Hemat Air

Use of Water-Efficient Appliances

75,50% Rata-rata Konversi Alat Hemat Air Average Efficient Fixture Conversion
85,00% Instalasi Tertinggi (FISIP & FT) Highest Installation (FISIP & FT)

Unila secara progresif mengganti berbagai perangkat air konvensional dengan teknologi keran dan saniter hemat air untuk mengoptimalkan efisiensi komparatif sisa pembuangan. Rata-rata persentase penggunaan alat hemat air (seperti keran sensor gerak, low-flush toilet, dan katup otomatis) di seluruh gedung fakultas telah mencapai 75,5%. Dalam peta jalan pemenuhan infrastruktur ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Fakultas Teknik memimpin implementasi dengan tingkat instalasi perangkat cerdas mencapai 85%.

Unila progressively replaces conventional water fixtures with water-efficient faucet and sanitary technologies to optimize wastewater generation efficiency. The average percentage of water-saving appliances used (such as motion-sensor faucets, low-flush toilets, and automatic valves) across all faculty buildings has reached 75.5%. In the fulfillment roadmap of this infrastructure, the Faculty of Social and Political Sciences (FISIP) and the Faculty of Engineering lead the implementation with smart fixture installation rates reaching 85%.

WR.5

Konsumsi Air Terolah (AquaNila)

Consumption of Treated Water (AquaNila)

385.187 L Total Konsumsi Terolah (Jan-Okt) Total Treated Consumption (Jan-Oct)
Membrane & UV Membrane & UV Sistem Filtrasi Laboratorium Laboratory Filtration System

Universitas Lampung memproduksi air minum siap konsumsi yang terolah secara mandiri melalui merek lokal AquaNila yang dikelola langsung oleh Laboratorium Teknologi Pangan. Fasilitas sterilisasi ini mengintegrasikan pemanfaatan teknologi filter membran (Membrane Filter), lampu disinfeksi UV (UV Lamp), serta sistem pemantauan higienitas ketat untuk menjamin kualitas kemurnian air minum civitas akademika. Berdasarkan data rekapitulasi, akumulasi total konsumsi air terolah AquaNila dalam periode Januari hingga Oktober berhasil mencapai angka 385.187 liter.

The University of Lampung independently produces ready-to-consume treated drinking water under the local brand AquaNila, managed directly by the Food Technology Laboratory. This sterilization facility integrates the utilization of membrane filter technology, UV disinfection lamps, and strict hygiene monitoring systems to guarantee pure drinking water quality for the campus community. Based on recapitulation data, the accumulated total consumption of AquaNila treated water from January to October successfully reached 385,187 liters.

WR.6

Pengendalian Pencemaran Air

Water Pollution Control

30 m³ Kapasitas Instalasi IPAL WWTP System Capacity
9 Poin SDGs Kontribusi Capaian Global Global Goal Achievement Support

Upaya pengendalian dan minimalisasi pencemaran air di Unila dilakukan secara rutin melalui monitoring parameter kualitas air fisik, kimia, dan biologi. Institusi sukses mencatatkan rekor MURI melalui inisiatif penuangan cairan eco-enzyme secara massal ke dalam ekosistem embung untuk menurunkan konsentrasi polutan organik alami. Sektor pembuangan juga diperkuat oleh instalasi reaktor Biogas dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) berkapasitas 30 m³ untuk memastikan bahwa limbah cair (termasuk dari klaster peternakan di Fakultas Pertanian) diproses secara aman sebelum dilepaskan ke saluran pembuangan umum atau digunakan kembali untuk irigasi persawahan lapangan. Seluruh program manajemen air ini secara langsung mendukung capaian 9 poin sasaran global SDGs, terutama SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi).

Water pollution control and minimization efforts at Unila are routinely carried out through the monitoring of physical, chemical, and biological water quality parameters. The institution successfully achieved a MURI record through the mass pouring initiative of eco-enzyme fluid into the retention pond ecosystems to reduce the concentration of natural organic pollutants. The disposal sector is also reinforced by a Biogas reactor and a Wastewater Treatment Plant (WWTP/IPAL) installation with a capacity of 30 m³ to ensure that liquid waste (including from the livestock cluster at the Faculty of Agriculture) is treated safely before being discharged into public channels or reused for field irrigation. This entire water management program directly supports the achievement of 9 global SDG target points, primarily SDG 6 (Clean Water and Sanitation).

Ritme Putaran Mahjong Ways Menuntut Konsentrasi agar Sesi Permainan Tetap TerkontrolPengamatan Visual Mahjong Ways Membantu Membedakan Perubahan pada Setiap PutaranBatas Waktu Bermain Mahjong Ways Membantu Membangun Disiplin selama Sesi PermainanRiwayat Mahjong Ways Membantu Memberikan Gambaran Lebih Objektif tentang Aktivitas BermainVariasi Tampilan Mahjong Ways Memengaruhi Cara Pemain Memahami Pengalaman PermainanPola Mahjong Ways Perlu Diamati tanpa Menganggap Hasil Sebelumnya sebagai PrediksiProbabilitas Mahjong Ways Menjelaskan Mengapa Hasil Putaran Tidak Harus BerulangDinamika Simbol Mahjong Ways Menunjukkan Perbedaan Susunan pada Setiap Rangkaian PutaranPengendalian Emosi Membantu Pemain Menentukan Waktu Berhenti dalam Sesi Mahjong WaysTiga Game Bertema Mahjong Menawarkan Karakter Visual dan Mekanisme yang BerbedaPersiapan Sebelum Bermain Mahjong Ways PG Soft Membentuk Kebiasaan Pengguna sejak Awal SesiMahjong Ways PG Soft Memadukan Tema Tradisional dengan Animasi Digital ModernKetidakpastian Hasil Mahjong Mendorong Rasa Penasaran Pemain pada Setiap SesiFitur Pengganda Mahjong Ways PG Soft Berperan Penting dalam Mekanisme PermainanMahjong Ways dan Mahjong Ways 2 Memicu Perdebatan tentang Persepsi Pola Gacor PemainMahasiswa Menelusuri Fakta Permainan Mahjong dari Rasa Tidak Peduli hingga Ingin TahuMahjong Ways Menonjolkan Simbol Ubin, Gates of Gatot Kaca Mengangkat Tema MitologiPerbedaan Teknologi dalam Mahjong Ways dan Mahjong Ways 2 yang Mempengaruhi Pengalaman PemainMahjong Ways dan Gates of Gatot Kaca 1000 Ramai Dibahas Penggemar Game Digital JakartaObrolan Angkringan Menggambarkan Cara Pemain Membahas Pengalaman Mahjong PG SoftDetail Mahjong yang Sering Terabaikan saat Pemain Terlalu Fokus pada HasilCerita Pedagang Gorengan Menggambarkan Istilah Mahjong PG Soft yang Sering Dibicarakan PelangganSimbol Beruntun Mahjong Ways Menjelaskan Alur Pergantian Simbol antar PutaranWarisan Mahjong Tradisional Terlihat pada Bentuk Ubin dan Identitas Visual Mahjong WaysUbin Mahjong Berawal dari Tradisi Tiongkok hingga Menginspirasi Desain Game ModernPak RT Mengisi Waktu Luang dengan Mengamati Susunan dan Runtuhan Simbol MahjongScatter Hitam Mahjong Wins Super Scatter Ramai Dibahas karena Pengganda hingga x100.000Mahjong Ways dan Mahjong Wins 2 Memiliki Mekanisme Berbeda meski Mengusung Tema UbinScatter Biru Mahjong Ways Ramai di FYP seiring Penyebaran Cuplikan PermainanFOMO Pemain Meningkat saat Hujan Scatter Mahjong Ways 1 dan 2 Ramai DibicarakanPengenalan Simbol Mahjong PG Soft Menguji Ketelitian terhadap Detail Visual PermainanMultiplier x100 Mafia Mayhem Berbeda dari Sistem Pengganda pada Mahjong Ways 2Bonus Akhir Tahun Mahjong Ways PG Soft Perlu Diperiksa melalui Ketentuan ResmiTiga Unsur Mahjong Ways PG Soft yang Membentuk Preferensi dan Pengalaman PemainMitos Scatter Hitam Mahjong Ways Berbeda dari Mekanisme Acak dalam PermainanCerita Tiga Scatter Hitam Memicu FOMO dalam Percakapan Antar PemainMahjong Ways dan Gatot Kaca Super Scatter Menonjol melalui Identitas Permainan BerbedaTradisi Mahjong Menginspirasi Perkembangan Game PG Soft menuju Hiburan Digital ModernPopularitas Mahjong PG Soft Mendorong Perhatian pada Cara Pemain Memaknai PengalamanAdaptasi Mahjong ke Format Digital Mengubah Unsur Tradisional menjadi Pengalaman di LayarDesain Mahjong PG Soft Berkembang melalui Detail Grafis yang Membentuk Identitas PermainanIdentitas Budaya Mahjong PG Soft Terlihat melalui Ornamen dan Simbol Khas AsiaMahjong PG Soft Kembali Menarik Perhatian dalam Siklus Tren Game DigitalTeknologi Animasi Mengubah Ubin Mahjong Tradisional menjadi Pengalaman Visual yang Lebih DinamisMenggali Kebiasaan Pemain dalam Menyusun Strategi di Mahjong PG SoftMahjong PG Soft Kini Dikenal Pengguna melalui Lebih Banyak Kanal DigitalSmartphone Memperluas Cara Pengguna Mengenal dan Mengakses Mahjong WaysKomunitas Digital Membentuk Beragam Pandangan tentang Mahjong Ways berdasarkan Pengalaman PenggunaKebiasaan Pengguna Mobile Mengubah Waktu dan Tempat Menikmati Mahjong WaysForum Online Menjadi Ruang Diskusi Mahjong Ways bagi Beragam Kelompok PenggunaRutinitas Sebelum Bermain Menunjukkan Perbedaan Persiapan Pengguna Game PG SoftMahjong Treasures Menawarkan Identitas Tema Tersendiri dalam Katalog PG SoftPilihan Game PG Soft Membentuk Cara Pemain Baru Menjelajahi Beragam Kategori PermainanGangguan Aktivitas Harian Dapat Menjadi Tanda Kebiasaan Judi Online Mulai BermasalahJudi Online Dapat Memengaruhi Hubungan Keluarga melalui Tekanan Finansial dan Perubahan KomunikasiMahjong Ways Berkembang Seiring Pertumbuhan Tren Game Digital Berbasis InternetRumus Mahjong Ways yang Beredar Perlu Dinilai berdasarkan Prinsip Keacakan PermainanRagam Game Mahjong PG Soft Menunjukkan Perkembangan Konsep dalam Satu Tema PermainanFortune Gods Menggunakan Unsur Mitologi untuk Membentuk Identitas Visual Permainan PG SoftAnalisis Cara Kerja Simbol Mahjong Ways dalam Setiap Putaran Permainan
Scroll to Top